jogja…!

“…dan candu itu bernama jogja, semakin lama dan dalam kau isap, semakin berat untuk keluar darinya, keragaman budaya dan keunikan yang ditawarkan, pemandangan yang indah, senyum ramah. dari utara ke selatan atau dari barat ke timur, baik pagi, siang maupun malam, jogja menyajikan suguhan yang istemewa.
kota budaya, kota seni, kota pelajar, kota pariwisata, kota revolusi, kota gudeg, kota dagadu, kota sheila on 7.dan sederet gelar buat jogja
pagi di jalan bantul sepeda beriringan menuju tujuan masing2. konon orang bantul, pipi kanan mereka lebih hitam daripada pipi kiri karena terkena cahaya matahari dari timur saat pergi, dan dan dari barat saat mereka pulang. nongkrong di angkringan tanpa perlu sungkan berlama-lama, walau cuman beli secangkir teh dan sebungkus kerupuk, dengan mata terkantuk-kantuk penjualnya tetap melayani, jogja ibarat makanan ringan yang tak pernah basi dan tak pernah bikin kenyang.
puluhan polisi tidur menyapa saat melintasi jalan2 di jogja, seakan warganya tidak rela ada yang berlalu dengan cepat tanpa tegur sapa dan sedikit senyum, dere langkung…! dengan goyunan khas ala kaos dagadu membuat orang tersenyum2 sendiri saat membacanya, gurih dan manis bakpia segurih dan sehangat jiwa orang2 jogja. tak cukup kata2 untuk jogja, karena jogja adalah cinta, dan cinta terlalu universal dengan banyak sisi dan perspektif untuk memandang dan menikmatinya,
( dimana hatimu berada, disitulah rumahmu ).

Leave a Reply